Sabtu, 29 September 2018

NICE HOMEWORK #9
IBU SEBAGAI AGEN PERUBAHAN

BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN
Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.
Rumus yang kita pakai :
PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE
Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.
Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.
Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.
Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.
Mulailah dari yg sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.
Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.
Caranya dengan mengisi bagan-bagan di bawah ini:




Selamat menjadi agen perubahan
Karena
Everyone is a Changemaker
( Setiap orang adalah agen perubahan)
Sampai jumpa di perkuliahan Ibu Profesional selanjutnya untuk bisa lebih memahami secara detil matrikulasi IIP ini.
Salam,
/Tim Fasilitator IIP/


Sabtu, 22 September 2018


NHW#8 
Misi Hidup dan Produktivitas
Kelas Matrikulasi IIP Batch 6

Ibu, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
Crafting & Serving

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
  • Praktisi Parenting anak2 normal & ABK
  • Inspirator kebaikan
  • Melayani dan membantu anak2 syurga agar mandiri
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
  • Mendalami dunia pengasuhan dan pendidikan anak
  • Belajar crafting
  • Mulai berbagi hal2 baik terhadap sesama
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
  • Sekolah dan lingkungan ramah anak ABK 
  • Komunitas profesional crafting
c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
Saya ingin mempunyai sekolah ramah abk yang berkualitas dan berbiaya murah sehingga terjangkau oleh semua lapisan ekonomi masyarakat Indonesia.
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
  • Menjadikan Yayasan ABK ini mampu meraih segala lapisan masyarakat yang membutuhkan perhatian dari semua pihak
  • Membangun kepercayaan masyarakat 
  • Membangun taman baca untuk sekitar 
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
✨ Menjadi kepala cabang yang mampu berkontribusi besar di dalam Yayasan rumah a Autis 
✨ Mengisi waktu dengan belajar crafting
✨ Membersamai anak2 dan parenting sesuai fitrah anak
✨ Membenahi kadang waktu agar semuanya dapat berjalan sesuai dengan porsi nya. 


Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Minggu, 02 September 2018

Nice HomeWork #5


LEARNING HOW TO LEARN



Ya ini adalah pekan ke-5 matrikulasi sudah berjalan lebih dari 50%. Dan tugas NHW pun semakin membutuhkan pemikiran yang matang dan renungan2 Alhamdulilah banyak teman2 seperjuangan yang membantu mencerahkan di setiap pekannya. Demikian pula teman2 dikelas dan termasuk fasilitator kami yang selalu memandu.

 Sejauh ini gaya belajar saya adalah visual yaitu dengan melihat , membaca dan merangkum ulang dengan bahasa sendiri karena selama ini, cara ini yang saya nilai cukup efektif untuk saya itulah mengapa saat di bangku sekolah catatan saya full dan saya jika tidak masuk kesulitan apalagi jika harus meminjam buku catatan teman lain karena ada perasaan ada materi yang mungkin tidak dicatat oleh teman , dan itu pula yang membuat saya jarang bolos hahhahahaha repot kalo udah ketinggalan saya jadi males untuk merangkum pelajaran yang tertinggal dan ternyata ini berlaku sampai saat ini.

Selain itu saya juga termasuk yang analitik, jadi saya analisa dulu dari sudut pandang saya dan saya rangkum menjadi 1 summary untuk bahan pembelajaran, oleh karena itu catatan2 sangat penting untuk saya dalam belajar. Serta saya tidak bisa dalam waktu bersamaan memproses data atau ilmu yang berbeda akan saya selesai kan dulu pelajaran A baru nextnya.

Berikut saya lampirkan ciri - ciri dari masing2 gaya belajar saya, apakah ada yang sama ?


Gaya Belajar Visual

Gaya belajar secara visual ini yaitu kemampuan belajar dengan melihat. Gaya belajar ini digunakan pada orang dengan indera pengelihatan yang tajam dan teliti. Kemampuan belajar yang berhubungan dengan ini yaitu seperti matematika, bahasa arab, bahasa jepang, simbol- simbol, dan lainnya yang berkaitan dengan bentuk. Ciri ciri gaya belajar visual yaitu:

  • Bisa mengingat dengan lebih cepat dan kuat dengan melihat.
  • Tidak terganggu dengan suara- suara yang berisik.
  • Memiliki hobi membaca.
  • Suka melihat dan mendemonstrasikan sesuatu.
  • Memiliki ingatan yang kuat tentang bentuk, warna, dan pemahaman artistik.
  • Belajar dengan melihat dan mengamati pengajar.
  • Memiliki kemampuan menggambar dan mencatat sesuatu dengan detail.
Ciri lain secara penampilan pada orang dengan gaya belajar visual pada umumnya orangnya cenderung rapi, tidak suka mendengarkan namun lebih suka melihat, orangnya teratur, berpakaian indah. Orang dengan gaya belajar visual memiliki kesulitan dalam menyalin tulisan dari papan tulis, tulisannya tampak berantakan dan tidak mudah dibaca. Anak dengan gaya belajar visual menyukai percobaan atau peragaan. Metode pembelajaran yang tepat yaitu dengan metode mindmap, video ilustrasi, alat tulis berwarna, pembelajaran menggunakan bentuk.


Gaya Belajar Analitik

Anak dengan gaya belajar analitik memikili kemampuan dalam memandang sesuatu cenderung ditelaah terlebih dahulu secara terperinci, spesifik, dan teratur. Mengerjjakan suatu hal secara bertahap dan urut. Ciri ciri gaya belajar analitik:

  • Berfokus mengerjakan satu tugas, tidak akan ke tugas berikutnya jika tugasnya belum selesai.
  • Berfikir secara logika.
  • Tidak menyukai jika ada bagian yang terlewatkan dalam suatu tugas.
  • Cara belajar konsisten dan menetap.
Anak dengan gaya belajar analitik menilai sesuatu berdasarkan fakta- fakta. Namun seringkali mereka tidak mampu menemukan titik gagasan utamanya tentang tujuan tugas yang sedang dia lakukan. Berfokus pada satu masalah atau tugas sampai selesai.
Anak dengan gaya belajar analitik lebih cocok belajar sendiri baru kemudian bergabung dengan kelompok belajar. Mereka juga mengalami kesulitan dalam belajar dikarenakan hanya berfokus pada satu hal. Cara terbaik untuk mengatasinya yaitu membuat jadwal belajar yang terstruktur sehingga sasaran belajar yang ingin dicapai jelas. Metode belajar yang tepat yaitu dengan konsisten melakukan atau mengerjakan tugas sesuai dengan jadwal harian yang dibuatnya.


Saat ada diskusi panjang di group whatsapp dan kebetulan saya ketinggalan saya akan tunggu sampai saya luang baru saya memanjat dari chat paling pertama karena jika setengah2 saya tidak bisa merangkum dan membintangi materi2 yang penting untuk saya.

Nah, hubungannya gaya belajar ini akan berpengaruh dan berhubungan erat dengan milestone yang sudah saya buat di NHW 4, semoga setelah mengetahui gaya belajar ini akan mempermudah saya untuk mempelajari materi2 yang akan saya pelajari.

with love,
Mom Skye




Minggu, 26 Agustus 2018

Nice Homework 4
MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH


Bismillahirohmannirohmin

Yeay sudah sampai pekan ke 4, mari kita review ke NHW 1

Sebelum menjawab pertanyaan -pertanyaan NHW 4, saya ingin melampirkan materi dari NHW 4 ini

Ada satu kurikulum pendidikan yang tidak akan pernah berubah hingga akhir jaman yaitu :
Pendidikan Anak dengan Kekuatan Fitrah
 Tahapan yang harus dilakukan :

  1. Bersihkan hati nurani anda, karena ini faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan anda.
  2. Gunakan Mata Hati untuk melihat setiap perkembangan fitrah anak - anak. Karena sejatinya sejak lahir anak - anak sudah memiliki misi spesifik dalam hidupnya.
  3. Pahami Fitrah yang dibawa anak sejak lahir itu apa saja. Mulai dari fitrah Ilahiyah, Fitrah Belajar, Fitrah Bakat, Fitrah Perkembangan , Fitrah Seksualitas dll.
  4. Upayakan proses mendidik yang sealamiah mungkin sesuai dengan sunatullah tahap perkembangan manusia. Analogikan diri anda dengan seorang petani organik.
  5. Selanjutnya, tugas kita adalah MENEMANI , sebagaimana induk ayam mengerami telurnya dengan merendahkan tubuh dan sayapnya, seperti petani menemani tanamannya. Bersyukur atas potensi dan bersabar atas proses.
  6. Manfaatkan momen bersama anak - anak, bedakan antara WAKTU BERSAMA ANAK dan WAKTU DENGAN ANAK. Bersama anak itu anda dan anak berinteraksi mulai dari hati, fisik dan fikiran bersama dalam satu lokasi.
  7. Rancang Program yang khas bersama anak, sesuai dengan tahap perkembangannya, karena anak anda "very limited special edition". 

Mendidik bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi dan sebagainya. Tetapi pendidikan sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri.

Jika mereka sudah cinta, ridha, bergairah maka mereka akan belajar mandiri sepanjang hidupnya.


A. Jurusan Ilmu

Awalnya saya memilih jurusan Ibu Profesional , namun setelah dipertimbangkan sepertinya ini terlalu general dan agak sulit untuk membuatnya lebih spesifik. Oleh karena itu, disini saya ingin merevisi jurusan yang akan saya ambil. Bismillah saya ingin memilih jurusan Ibu Profesional dibidang Parenting sesuai Fitrah anak.

Pilihan parenting ini semakin membuat daftar belajar saya semakin panjang dan jauh karena saya tidak ada ilmu parenting sebelumnya. Semoga dengan niat yang baik ini saya dapat belajar lebih banyak tentang parenting dan dapat di aplikasikan ke anak sendiri.

B. Konsistensi

Setelah di review dari NHW 2 ternyata masih banyak indikator yang belum sepenuhnya dijalankan.
Namun, ada beberapa yang still onprogress semoga kedepannya checklist yang sudah dibuat dapat sepenuhnya berjalan dan menjadi pengingat.

C. Peran Hidup

Sejauh ini saya semakin disadarkan bahwasanya saya adalah seorang istri sekaligus seorang ibu yang mana saya lah madrasah pertama anak2 saya. Akankah anak - anak saya menjadi anak - anak ahli ibadah jika saya sendiri belum sepenuhnya beribadah sesuai dengan syariatNya.

Tujuan Allah mempertemukan saya dengan suami adalah memperbaiki ahklak dan ibadah saya. Namun masih jauh sekali saya dengan predikat menguasai ilmu Agama, karena membaca ayat suci Alqur'an sendiri saya masih kerepotan masih terbata - bata, sedih rasanya jika saya yg "kurang" ini harus mengajarkan anak2 saya, apa yang dapat saya berikan , ilmu apa yang dapat saya wariskan ke generasi saya ? Astagfirullah....

Bidang Pelajaran : Pendidikan untuk seluruh orang tua
Misi Hidup : Belajar sebanyak mungkin, mengaplikasikan dan berbagi sebanyak mungkin kepada org tua lain.
Peran : Pembelajar dan Pendidik

D. Menyusun Ilmu

Selanjutnya untuk mencapai misi dan peran diatas saya sangat membutuhkan ilmu untuk menjadi Ibu Profesional dan ilmu takhsin Alqur'an. Dengan tahapan :

  1. Lulus matrikulasi Ibu Profesional
  2. Lanjut ke kelas Bunda Sayang : ilmu seputar pengasuhan anak
  3. Bunda Cekatan : Ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
  4. Bunda Produktif : Ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial
  5. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang
  6. Mempelajari takhsin, tajwid dan tahfiz

E. Milestone

Disini saya menargetkan harus berapa lama saya menimba ilmu agar sampai dengan misi saya.
Saya menetapkan KM 0 pada usia 28 tahun. Saya akan memperbaiki bacaan tahsin dan tajwid saya. Dengan meluangkan waktu 2 jam selama sehari ini memperlancar bacaan saya baik belajar sendiri dari buku dan dari suami, maupun berguru pada seseorang yang memang expert. Saya bertekad akan mencapai 10.000 jam terbang untuk memperbaiki dari sisi agama dan ibadah saya termasuk tahsin dan tajwid sebagai bekal mengajari anak saya kelak.

Milestone saya sebagai berikut :
KM 0 - KM 1 ( 2018 - 2019 ) : belajar tahsin & tajwid Alqur'an sambil tetap jalan mengikuti kurikulum Ibu Profesional dan belajar tentang ABK

KM 1 - KM 2 ( 2019 - 2020 ) : belajar tentang ilmu parenting dari segala sumber termasuk tentang ABK

KM 2 - KM 3 ( 2020 - 2021 ) : belajar mengasah dan merancang kegiatan anak - anak sesuai dengan fitrahnya

KM 3 - KM 4 ( 2021 - 2022 ) : belajar sharing dan berbagi dengan banyak orang.

F. Koreksi Checklist

Alhamdulilah sudah ada indikator yang mendukung misi saya dan Alhamdulillah sudah berjalan salah satunya tadarus minimal 5 ayat setiap harinya dan minta dikoreksi oleh suami tentang tajwidnya.

Ada penambahan poin :
  1. belajar tahsin dan tajwid pada ahlinya (sekolah)
  2. belajar tentang dunia parenting 
LAKUKAN, LAKUKAN, LAKUKAN.....



With Love,
Mom Skye

Minggu, 19 Agustus 2018

Nice Homework 3




Bismillahirohmannirohmin,

Alhamdulilah sudah sampai ke NHW #3 tak terasa semakin banyak yang didapat dari Institute Ibu Profesional, bersyukur dapat menimba ilmu di komunitas ini. Yang tidak dapat diperoleh di fakultas mana pun.

Memiliki 2 anak perempuan cantik nan Sholeha adalah amanah terbesar dalam hidup kami, bagaimana kami dapat membimbing sesuai dengan fitrahnya adalah tantangan kami dan PEER kami dari Allah SWT.

Sebagai orang tua kita diharuskan dapat membaca potensi dan minat anak kita, agar apa ? agar kita dapat membantunya menggapai apa yang mereka inginkan dan apa yang seharusnya mereka gapai sesuai dengan potensi dan minatnya masing - masing.

Putri pertama kami berusia 13 tahun dan putri kedua kami berusia 17bulan.
Putri pertama adalah putri cantik yang sedang beranjak remaja namun karena Ananda masih ikut ibu kandungnya jadi kami terpaksa berhubungan hanya via WA dan telfon. Namun, tak mengurangi rasa sayang kami kepadanya yang memang sedang butuh perhatian dan butuh tempat untuk bercerita, bercerita apapun karena masa2 ini adalah masa2 peralihan dari anak2 menjadi remaja.

Kami tak ingin putri kami salah bergaul, salah berteman dan salah tempat curhat. Kami tak ingin putri kami kehilangan sosok ayahnya yang sangat dia cintai dan dia kagumi.

Putri kedua kami adalah balita yang sangat aktif baik aktif dalam pergerakan maupun aktif dalam berbicara lagi seneng nyanyi2, ngoceh2 dan Alhamdulilah sangat responsif sekali, saat diminta membuang bungkus makanan ke tong sampah , Skye juga responsif dan dapat melakukannya dengan cepat.

Potensi putri - putri kami 🌼

  • Ananda suka menari sejak usia SD, jadi tak heran sampai sekarang Ananda selalu mewakili sekolahnya untuk menari tradisional.
  • Ananda suka membaca buku2 fiksi dan novel semoga nanti kami bisa ke toko buku bersama dan bisa membaca buku bersama. I wish....
  • Ananda suka dan mahir dalam editing, kata ayahnya putri kami sejak kecil sudah mahir utak atik hape ayah dan mamanya jadi tak heran jika Ananda yang lebih banyak mengajari ayah dan mamanya dalam mengoperasikan gadget mereka. Saya pun pernah terbantu saat meminta Ananda mengedit sebuah video saya dalam rangka advertising hehehhe memang kreatif dan jeli anaknya.
  • Ananda termasuk pelajar yang aktif disekolah mulai dari OSIS, Pramuka dan setiap tahun selalu menjadi pasukan paskibra andalan sekolahnya, karena memang dari postur tubuhnya tinggi dan tegap, dulu katanya Ananda pengen jadi polwan hehehhe
  • Ananda akhir2 ini lagi demam Kpop seperti remaja seantero negeri ini, itu pula yang membuatnya jadi bisa berbahasa korea, semoga yang diambil yang baik2nya dan tidak meniru yang bertentangan dengan agama.
  • Skye adalah balita berusia 17 bulan yang aktif dan ceria sekali, Skye dapat bersosialisasi dengan teman2 balita sebaya, mau berbagi dengan apa yang dia punya, apalagi saat tetangga datang berkunjung kerumah kami, Skye lah yang menunjukkan buku2 yang kami susun rapi di Rak Buku Luna. Dengan semangat dan berbinar2 saat menunjukkan koleksi buku2nya. MasyAllah semoga anakku dapat menjadi pejuang literasi juga.
  • Skye sangat cepat merekam apapun yang dia lihat dan dia dengar, terbukti saat tetangga memutar lagu2 dia dengan serta merta berlenggok2 mengikuti irama musik yang dia dengar.
  • Skye sejak dalam kandungan sudah diperdengarkan dengan ayat2 suci Alquran sehingga hal ini tidak asing lagi untuknya. Saat mendengar ayah atau mamanya mengaji dia akan ikut duduk dan menyimak walaupun cuma beberapa menit terus dia langsung lari sana sini lagi hehehhehe
  • Skye suka membaca, semua buku boardbook yang saya bacakan untuknya sudah dilahap dengan baik dan Alhamdulilah Skye juga responsif dan dapat berinteraksi saat ditanya "Kucingnya yang mana nak?" dia dapat menunjuk ke gambar kucing dan lantas dia meniru suara kucing yang dia dengar dari mama.
  • Skye tidak pernah kami bentak, jadi saat neneknya agak tinggi berbicara dengannya maka dia secara spontan berubah warna wajahnya. Saya pun meminta agar neneknya lebih sabar menghadapi Putri Sholeha kami.
  • Skye akan memiliki adik, ya mama Skye sedang hamil 10 minggu. Proses WWL (Weaning With Love) Skye Alhamdulilah berjalan tanpa drama ini sangat mengharukan bagi saya, diusia sedini ini Skye mampu mengendalikan emosi dan keinginan pribadinya. Bahkan dia sudah mengerti ada dedek diperut mama, dia sering cium2 dan elus2 perut mama dan manggil "dedek" MasyaAllah
  • Semoga kedepannya semakin banyak potensi yang dapat mama lihat dari kedua putri mama yang cantik nan Sholeha2. Aamiin.

Potensi diri 🌼
point ini agak susah saya jawab karena saya sendiri masih menelisik sebenarnya apa potensi saya karena selama ini saya melakukan semua hal bukan semata2 karena potensi dan lebih karena mengikuti aliran hidup saya. Saya sudah berjualan macam2 sejak saya duduk di bangku SD sampai saat ini. Saat bertemu Suami pun, hal Pertama yang suami kagum dari saya juga krn keuletan saya dalam berjualan apa saja. Menurut beliau saya tidak malu jualan ini itu pdhl tidak seberapa tapi katanya saya senang sekali melayani customer saya. Mungkin ini Potensi Diri saya, saya gear berjualan dan berinteraksi dengan banyak orang. Berbeda dengan suami yang tidak bisa berjualan Jadilah kami Saling me lengkap suami support saya antar sana sini, saya yang jualan. Alhamdulillah simbiosis mutualisme senang rasa ya saat apa yg kita kerja kan didukung penuh oleh suami.

Lingkungan tempat tinggal 🌼

Baru 5 bulan kami menetap di lingkungan ini, sebagai pendatang baru dan kontraktor (tukang ngontrak) baru kami sangat nyaman dengan lingkungan ini semua orang semua keluarga sangat welcome dengan keluarga kami. 😍 😍

Kata tetangga, apa yang kita tanam akan kita tuai. Dan memang benar ibuku hampir setiap hari menyuguhi orang2 yg duduk2 didepan rumah kamu (ada meja dan kursi panjang gt tempat ngumpul para ibu2) dan balasannya kami hampir setiap hari pula dikirimi makanan dr tetangga secara bergantian dan kami pun terbiasa Saling memberi satu sama lain, padahal katanya dulu tidak begini sejak kedatengan ibuku semua nya jadi sering lempar2 makanan 😁

Mungkin ini mengapa Allah menghadirkan kami disini Allah membuka jalan silaturahmi yg kuat antar warga terlebih saat anak2 sini dapat berkunjung kerumah kami, kami ada rak buku kecil yang saya namai Rak Buku Luna. Anak2 sekitar sering berkunjung untuk bermain dengan balita saya dan untuk membaca2 buku atau menggambar melihat ini saya semakin semangatttttt mengumpulkan media edukasi dan buku2 yang lebih banyak lagi semoga berkah bagi banyak orang dan semoga anak2 disini tidak hanya bermain gadget. Aamiin

With love 😍,
Mom Skye

Sabtu, 18 Agustus 2018



Nice Homework 3

#surat cinta untuk suami


Bismillahnirohmannirahim,

Mungkin ini akan jadi surat cinta pertama untuk suamiku tercinta.
Sejauh ini kami tak pernah merangkai kata untuk sekedar memuji dan megutarakan isi hati kami.
Surat Cinta identik dengan orang yang romantis dan pasangan yang banyak mengutarakan isi hatinya melalui rangkaian kata yang indah, lantas orang seperti saya dan suami apakah bisa berbalas surat cinta ? hehehhehehe entahlah mari kita coba.



Jangan pernah berhenti untuk menyayangi dan mencintaiku...
Karena didunia ini hanya kaulah tempatku untuk mendapatkan ridho Allah dan berbalas surga...


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh wahai suamiku, penghias mataku...
Semoga Allah Subhanahu Wata'ala selalu melindungi dan merahmati kita...

Terima kasih kau dengan ikhlas menerimaku sebagai Istri dan Ibu untuk anakmu...
Terima kasih kau dengan ikhlas menerimaku sebagai Istri yang akan mengisi hari2mu...
Terima kasih kau dengan ikhlas menerimaku sebagai labuan cinta terakhir ...
Terima kasih kau dengan ikhlas berusaha menerima segala kekuranganku..
Terima kasih kau dengan ikhlas berusaha menuntunku ke Jalan Nya...
Terima kasih kau dengan ikhlas menerima putri sholehaku layaknya anak kandungmu..
Terima kasih kau dengan ikhlas menerima semua masa laluku yang tidak seharusnya kau tahu...
Terima kasih kau dengan ikhlas berusaha menjadi ayah yang baik untuk anak2 kita...
Terima kasih kau dengan ikhlas berusaha menjadi imamku yang terbaik...
Terima kasih kau dengan ikhlas berikrar akulah yang kau pilih untuk menemani sisa hidupmu...
 

Wahai pelindung kehormatanku....
Tanpa terasa waktu singkat yang telah kita lewati dalam pernikahan ini telah memberikan banyak pembelajaran dan cinta untuk kita...

Aku, istrimu yang penuh dengan kelemahan ini sangat bersyukur kepada Allah karena telah memberikan dirimu kepadaku sebagai suamiku...
Meski terkadang sifatmu sedikit menjengkelkan, tapi aku suka dengan caramu membuatku tertawa...
Meski terkadang kau membuatku curiga dan cemburu, tapi aku suka dengan caramu merayu hatiku...
Meski terkadang kau membuatku kecewa, tapi kau adalah suami yang mau menerima semua kekuranganku tanpa pamrih...
Meski terkadang kau bukanlah suami yang sempurna, tapi aku selalu bersyukur karena kau lah suamiku bukan yang lain...
Aku benar-benar bersyukur karena Allah telah memberikan mu kepadaku...

Wahai penghias mata dan hatiku...
Selama ini bukannya aku tidak tahu bila terkadang atau bahkan mungkin sering, ada dari sikapku yang sengaja atau tidak telah melukai hatimu...
Ma'af, bila selama ini aku telah membuatmu kecewa dengan kekuranganku dalam menyenangkanmu...
Ma'af, bila selama ini aku telah membuatmu lelah karena telah berusaha keras mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhanku...
Ma'af, bila selama ini aku telah membuatmu marah karena tidak mengerti tentang keinginan-keinginanmu...
Dan maaf untuk semua kesalahan-kesalahan yang telah aku lupa...

Wahai pemegang kunci surgaku...
Jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan dan menasehatiku..
Jangan pernah lelah untuk memberikan yang terbaik buatku...
Jangan pernah berhenti untuk menyayangi dan mencintaiku...
Karena didunia ini hanya kaulah tempatku untuk mendapatkan ridho Allah dan berbalas surga...

Wahai jiwa yang ku cintai...
Mungkin aku bukan istri yang sempurna bagimu, tapi aku berusah keras untuk melakukan yang terbaik yang aku bisa untukmu..
Mungkin aku bukan istri yang istimewa bagimu, tapi aku berusaha menjadi yang terbaik bagimu...
Mungkin aku bukan istri yang kau inginkan, tapi aku berusaha untuk selalu menjadi yang terdepan dalam menjaga kehormatanmu...
Mungkin aku bukan istri yang terbaik dihatimu, tapi aku selalu berusaha untuk menjadikan keluarga kita sakinah mawaddah warahmah...

Wahai pembela dunia dan akhiratku...
Kiranya untuk kali ini cukup sampai disini isi surat sederhana ini...
Semoga Allah selalu meridhoi kita dan memberikan yang terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat kita...

Salam sayang dan hormatku untukmu....
Dari istri yang selalu mengharapkan ridhomu...
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...









Sabtu, 11 Agustus 2018

Nice Homework 2

Bissmillah, Assalamualaikum wr.wb

Alhamdulilah berjumpa lagi di NHW#2 , Alhamdulilah masih diberikan kesempatan untuk menimba ilmu di Institute Ibu Profesional.

Setelah kemarin kita membahas ADAB menuntut ILMU, sekarang kita mencoba membuat
"Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan"

Sebelum merangkai Checklistnya mari, kita pahami dulu makna indikator disini.

Menurut Green, 1992
Indikator adalah variabel - variabel yang bisa menunjukkan ataupun mengindikasikan penggunanya mengenai suatu kondisi tertentu, sehingga bisa dipakai untuk mengukur perubahan yang terjadi.

Jadi kesimpulannya indikator ini yang aku jadikan acuan atau tolak ukur kriteria atau goal kita disini.

Di NHW sebelumnya saya ingin mempelajari Universitas Kehidupan dengan mengambil jurusan
"Ibu Profesional (versi keluarga saya)"

memang masih terlalu general, semoga kedepannya saya dapat membuatnya lebih spesifik.

  • Indikator sebagai Individu : 
  1. Menunaikan Sholat 5 waktu dengan ON TIME , selama 2 bulan dan selamanya seharusnya tidak sulit dan tidak memberatkan karena ini WAJIB, maksimal 1 jam setelah adzan
  2. Menunaikan Sholat Dhuha , setiap hari selama  bulan, Insya Allah harus bisa, minimal 2 rakaat sebelum jam 09.00
  3. Membuat Resume hasil belajar (semua group kulwap yang sarat ilmu) , 2 hari sekali saat semua pekerjaan sudah selesai, Insya Allah tidak berat agar ilmu2 yang sudah didapat dapat di ulangi dan dapat di telaah lebih dalam, minimal mampu mengumpulkan materi yang penting, jam ronda malam saat anak dan suami sudah tertidur.
  4. Tadarus 5 ayat, selama 2 bulan setiap hari , Insya Allah bisa karena saya masih belum benar tajwid nya semoga suami bisa ikut mendampingi juga, Bada sholat wajib minimal 5 ayat 
  5. Memperbaiki penampilan saat keluar dari rumah, sebagai muslimah sudah wajib Hukum ya untuk menutup aurat, masih banyak yang di perbaiki dari penampilan saya saat ini, selama 2 bulan dan insyaAllah selama saya harus menjaga aurat saya, insyaAllah bisa dan mudah, minimum ke rumah tetangga pun saya harus pakai jilbab. HARUSSS
  • Indikator sebagai Istri
  1. Suami ingin saya sholat shubuh tanpa di bangunkan, bagi org banyak mungkin ini hal yang memalukan tapi inilah saya yang masih sangat banyak kekurangannya terlebih untuk urusan  Ibadah. Sejak menikah dengan imam terbaik saya, Alhamdulillah sholat shubuh saya sudah tidak bolong insyaAllah yakni dengan bantuan suami membangunkan, Lantas bagaimana jika suami sedang tidak ada atau kerja diluar kota, apakah saya tidak sholat? Naudzubillah semoga tidak ya. Oleh karena itu saya bertekad bisa bangun dengan sendirinya karena yang sudah2 syetan selalu bisa membuat saya terlelap walaupun sudah pasang 3 alarm. 
  2. Suami ingin saya pintar memasak dan mengerti makanan favoritnya, minimal membuatkannya teh tubruk panas legit setiap beliau pulang sholat Subuh dari masjid. Alhamdulillah sudah jalan semoga tidak ada halangan kedepannya, dan saya akan belajar masak 2 bulan ke depan, minimal masakan2 yang beliau sukai. InsyaAllah bisa dan HARUS BISA
  3. Suami tergolong orang yang rapi dan tidak suka dengan keadaan rumah yang berantakan berbeda dengan saya yang suka meletakkan barang tidak pada tempat nya sehingga tak jarang suami pulang kerja dan kesal melihat kondisi rumah yang tidak sesuai ekspektasi beliau,ditambah punya balita yang MasyaAllah aktif nya. Itu artinya ini PEER untuk saya agar bisa lebih gesit berbenah dan merapikan semuanya tak hanya menjelang suami pulang namun sepanjang hari agar anak juga melihat habits dan berharap anak me niru orang tua nya. 2 bulan ke depan harus bisa ZERO Complain dari paksu tercinta. BISA dan HARUS BISA minimal tidak ada tumpukan disana sini.
  4. Menjadi istri dapat me manage waktu. Membagi waktu antara bisnis online, group WhatsApp yang demikian aktifnya, semest akhir di perkuliahan sedang menjelang susun skripsi, kegiatan baru di dunia pendidikan anak2 ABK, pengasuhan balita dan insyaAllah nanti di amanahi Allah swt bayi yang masih di dalam kandungan. Saya akan belajar menyusun daily to do list setiap hari nya dan akan mendiskusikan dengan paksu tercinta
  • Indikator sebagai Ibu 
  1. Sebagai ibu pekerja di ranah publik, saya tidak boleh melupakan fitrah saya sebagai ibu dari anak Sholeha berumur 17bulan yang MasyaAllah cantik dan Cerdas nya, saya harus memanfaatkan waktu yang sedikit itu dengan benar dan tepat untuk mengasuh dan mendidik anak sholeha saya, contohnya dengan membacakan buku setiap hari minimal 30 menit bercengkrama dan bermain dengan buku2 nya. 
  2. Menyiapkan segala kebutuhan anak mulai dari persediaan diaper, susu, makanan dan semua keperluannya. Minimal Menyiapkan makanan nya sebelum pergi keluar rumah. 2 bulan ke depan harus bisa menerapkan ini karena selama ini lebih banyak neneknya yang membuat menu makanan. InsyaAllah bisa minimal food preparation untuk membantu nenek. 
  3. Merancang kegiatan belajar anak dirumah, membuat media belajar montessori, mainan2 edukatif yang mana dapat di lakukan oleh nenek juga. 2 bulan ke depan harus banyak searching tentang kegiatan belajar dan bermain anak dirumah yang simple dan dapat dibuat sendiri. InsyaAllah bisa.
  4. Menggali Potensi dan minat anak dengan belajar mengamati dan mendata setiap gerak gerik anak dan terus membersamai anak saat bermain dan saat anak mulai mengkomunikasikan keinginannya.
  5. Melibatkan anak dalam setiap ibadah agar anak terbiasa dengan habit2 yang InsyaAllah akan membentuknya menjadi anak yang sholeha, jauh lebih sholeha dari saya ibunya. Dengan selalu membacakan ayat2 suci alquran di setiap Selesai sholat dan mengajak anak ikut mendengarkan 
  6. Anak yang paling utama jadi sesibuk apa pun saya diluar sana harus bisa meluangkan waktu saya untuk anak. Semoga bisa me nyusun kandang waktu dan mengaplikasikannya.


Oke, sekiranya begitu lah kurang lebih daftar indikator versi saya. Kedepannya pasti akan berubah karena banyak direvisi sana sini. Karena
🌼 Ibu Pembelajar adalah ibu yang tiada henti belajar dan menjadi pengajar untuk anak2nya 🌸

🌺 Ibu Pembelajar bukan ibu yang terus2 belajar tanpa membersamai anak. Karena dari teori parenting itu point pentingnya adalah  membersamai anak sekaligus menjadi pengamat yang baik, agar anak pun nya man dengan quality time bersama kita ibunya. 🌺

Selanjutnya saya akan memperbaiki indikator diatas dan pastinya harus sudah terlaksana dengan baik semua poin nya. 


Wassalamualaikum wr wb

With love, 
MOM SKYE 

Jumat, 03 Agustus 2018

Nice Homework 1

Nice homework #1

Bismillahirrohmanirrohim

Universitas Kehidupan? Jurusan yang di pilih apa?
Jujur selama 28th ini baru kali ini saya membaca kata Universitas Kehidupan,
Lantas apa Universitas ini dalam benak saya?
Apa yang akan yang akan diajarkan disana?
Apa perlu saya apply disana?
Lantas benefit apa yang akan saya terima?
 Lantas Jurusan nya ada apa saja?
Jika saya lulus dari Universitas ini apakah ada perusahaan yang ingin memperkerjakan saya?
 Karena mayoritas orang kuliah dan menuntut ilmu hanya untuk ticket masuk ke perusahaan yang dituju.

Dear sahabat ku, ternyata Universitas ini bukan seperti Universitas pada umumnya. Kenapa? Karena disini kita akan ditanya balik "apa tujuan hidupmu?"
Karena dari tujuan itulah sahabat semua dapat menentukan Jurusan yang akan di ambil. Yah sesuai dengan tujuan hidup kita. Lantas saya sudah kah memilih untuk Diri saya sendiri???



Sebelum saya jawab, saya ingin menjabarkan sedikit alasan saya gabung ke IIP ini.
Saya ingin UPGRADE DIRI untuk apa? Untuk dapat mencapai GOAL KEHIDUPAN saya. Lantas apa GOAL KEHIDUPAN saya?

" IBU PROFESIONAL" (versi keluarga saya)

Sejauh ini dibayangan saya IBU PROFESIONAL itu adalah Ibu yang menjalani tugas dan kewajibannya sesuai fitrah nya.
🌼 Menjadi role model terbaik untuk generasi penerusnya baik secara ilmu mau pun dari sisi akhlak
🌼 Istri Sholeha yang senantiasa mencari ridho suami
🌼 Membersamai anak sesuai fitrah dan memberikan pendidikan serta akhlak terbaik untuk generasinya
🌼 Ibu yang dapat menebarkan ke baikan bagi sekelilingnya tanpa melupakan fitrah nya sebagai istri dan ibu
🌼 Anak dan menantu yang berbakti terhadap orang tua
🌼 Ibu yang masih dapat berkarya tanpa melupakan kewajiban atas keluarga
🌼 Ibu yang dengan naik turunnya ritme kehidupan masih dapat ikhlas, ikhtiar, bersabar dan kuat walaupun sebenarnya hati ibu tidak sekuat itu
🌼 Dari ibu yang professional akan lahir anak2 yang syurga yang luar biasa.



Lantas ada kah Jurusan itu beberapa goal diatas?

Alhamdulillah ada, dan saya putuskan saya ingin memilih menjadi IBU PROFESIONAL yang mampu berkarya mesti diranah domestic. Karena yakin lah ridho Allah ada di ridho suami.

Dulu saya sering berfikir jika saya tidak bekerja bagaimana ekonomi keluarga kami karena sejak usia kecil saya sudah turut serta membantu orangtua saya mencari rupiah. Kemudian setelah lulus SMA saya putuskan untuk bekerja 2008 -2018 sudah saya habiskan di Pabrik menjadi staff admin di 2 pabrik. Apa saya puas dengan jalan hidup saya ? tidak namun saya tetap bersyukur walaupun hidup saya tidak mewah tapi alhamdulilah sudah bisa mandiri dan tidak merepotkan orang tua dengan biaya ini itu.
Tapi dihati ini ada rasa kekurangan yang amat sangat, apalagi sejak pernikahan pertama yang hanya bertahan 1 tahun, saya serasa jatuh kedalam jurang, saya seperti wanita yang tidak punya arah, Allah punya rencanaNya sendiri, tidak mungkin ada cita2 seorang wanita yang menginginkan pernikahannya hanya bertahan kurang dari 1tahun. Tapi inilah jalan yang harus saya tempuh, sekarang tinggal membenahi hati dan membenahi akhlak bagaimana caranya anak saya mampu saya didik agar jauh lebih baik dari saya.
Sebelum menikah dan memiliki anak, rasanya saya tidak butuh ilmu2 parenting tidak perlu kajian2 tentang bagaimana menjadi orang tua, tapi sejak merasakan hamil, melahirkan tentu saja saya tidak ingin anak saya meniru saya saat belum menjadi role model yang baik dan patut dicontoh, sejak itu saya berusaha memperbaiki diri, berusaha menerima keadaan saya dan berusaha menjadi single parent untuk putri saya. Akhirnya bertemu dengan IIP ini bagaikan menemukan mata air dipadang yang tandus, tak akan saya lewati kesempatan ini.
Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara – cara yang mulia.


Strategi kedepannya untuk mengikuti “Universitas Kehidupan” ini adalah dengan
ü  mempelajari dan mengamalkan adab menuntut ilmu terlebih dahulu
ü  konsisten mengikuti semua kelas dan tahapan2
ü  ON TIME mengikuti semua diskusi dan submit semua tugas
ü  Mengosongkan gelas agar dapat menerima masukan2 dan kajian2 yang baru
ü  Menerima saran dan masukan dari semua pihak
ü  Tidak menyalahgunakan wadah belajar ini untuk hal2 yang dapat merugikan org lain
ü  Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal2 yang buruk agar ilmu atau cahaya itu dapat masuk kedalam hati
ü  Menghargai semua pihak baik teman sesama pembelajar, fasil, observer, narasumber dll
Apalah artinya sebuah strategi jika tidak dilaksanankan, maka dari itu strategi ini saya jadikan acuan untuk kedepannya semoga dengan kondisi kelas yang sekarang saya yakin jalan pembelajaran ini akan berjalan serempak beriringan dikarenakan tenggang rasa antar sesame pembelajar di kelas kami.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, sehingga mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.
Berbicara soal “Adab dalam menuntut Ilmu” disini ditekankan bahwa adab itu tidak dapat diajarkan namun adab dapat ditularkan dari 1 orang ke orang lain, dari 1 komunitas ke komunitas lain.
Mengapa kita perlu adab dalam menuntut ilmu ? saya pun heran kenapa Materi pertama tentang “adab” sekrusial itukah “bobot adab” dalam menuntut ilmu ? jadi adab itu syarat wajib dalam menuntut ilmu ?

Setelah membaca berulang2 tentang adab menuntut ilmu saya baru menyadari ternyata dengan adab yang baik ilmu yang kita pelajari dapat kita terima dan dapat bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
Adab ini tata karma yang harus dimiliki para pembelajar agar tercipta pola harmonis baik secara vertical maupun horizontal.
Sehingga saya tahu apa yang wajib saya lakukan dan apa saja yang tidak bole saya lakukan, ini adalah sebagai pengingat untuk saya agar ;
o   Tidak sembarangan share info tanpa tahu kebenarannya
o   Tidak sembarangan share info tanpa mencantumkan penulisnya
o   Tidak merasa saya sudah tahu dan tidak perlu info ini
o   Tidak menyela ataupun memotong pembicaraan orang lain tanpa izin
o   Tidak mengacuhkan jalannya proses belajar mengajar,tugas maupun diskusi
o   Bersikap seobjektif mungkin dan tidak membela salah satu pihak
o   Tidak menyinggung ras dan tidak diskriminasi terhadap semua pihak. 

mari kita MENUNTUT ILMU untuk UPGRADE DIRI dengan tidak melupakan ADAB MENUNTUT ILMU agar ILMU yang kita peroleh dapat BERFAEDAH bagi DIRI SENDIRI maupun untuk ORANG LAIN

with love,
Mom Skye